
Akhirnya bisa juga kami nonton Transformer 2, yang katanya untuk beli tiket aja susah dapatnya. Lho? Memangnya kami gak beli tiket?… Jawabannya tidak! Kami nonton karena traktiran teman, dia membelikan semua tiket satu kantor.. thanks to Mei ^_^
Mau cerita dulu, perjuangan nonton film ini agak seru.. karena saya (Murni) ada ujian kuliah jam 17.00 , saya pulang dari kantor sejak siang. Dan tawaran nonton ini pun datang siang hari, dan di kabarkan kalau mulai nontonnya jam 18.45. Wah.. mana sempat? Akhirnya saya pulang dari kampus jam 17.30, dengan motor kesayangan langsung “terbang menuju Puri Indah”. Ternyata bioskop penuh layaknya pasar malem..upss rame banget siyy… dengan lapar dan haus langsung masuk ke Studio 3 tanpa ada penjagaan dan dampingan dari pihak bioskop karena kami udah ketinggalan skitar 5-10 menit.
Transformer 2 memang keren..walaupun telat nonton dan terlambat pula masuk studionya. Film ini jelas sekuel film Transformer sebelumnya, dengan tokoh utama Sam, yang menemukan potongan Allspark dan memiliki simbol-simbol di pikirannya. Namun ia tidak mengerti arti simbol-simbol tersebut.
Sam berusaha mencari tahu apa arti simbol tersebut. Decepticons yang jahat (bisa diidentifikasi dengan robot yang matanya bewarna merah) mengetahui jika Sam memiliki informasi ini. Jadi arti dari simbol-simbol ini adalah informasi mengenai awal mula Transformer (bangsa robot ini hidup). Salah satunya adalah The Fallen, dia adalah robot yang jahat yang berusaha memusnahkan bumi alias mengambil alih mataharinya. Untuk memusnahkannya The Fallen memerlukan Matrix untuk mengaktifkan mesin penghancur matahari untuk Bumi.
Jadi dari simbol-simbol tersebut akan ditemukan satu robot, yang berbentuk kapal (robot yang sudah tua) yang tau mengenai asal usul Transformer itu. Dia menceritakan kepada Sam dan kawan-kawan mengenai asal-usul dan perkiraan tempat adanya Matrix yang dia cari itu.
Huh..kira-kira begini lah ceritanya walaupun gak lengkap ya… nanti jadi spoiler lagi.. Namun salah satu Prime (leluhur Transformer) ada yang mati yaitu “Optimus”. Lalu apa yang terjadi pada Optimus, dan Autobot untuk meyelamatkan bumi?… silahkan nonton sendiri ya…
Disetiap scene di film ini cukup menghentakkan jantung… penataan kamera yang bagus membuat kita seakan-akan terbawa pada situasi tersebut. Pemandangan antara kerjasama manusia dan robotnya juga lumayan keren… saya sampai tak habis pikir bagaimana film ini dibuat..
Rating film ini kira-kira 8 dari 10… dan tontonan wajib untuk liburan kali ini..
Selamat hunting tiketnya yaa…
Comments (0)
Posting Komentar